DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Muhammad Rio, eks personel Satuan Brimob Polda Aceh berpangkat Bripda, menyatakan dirinya kini bergabung dengan angkatan bersenjata bayaran di Rusia.
Pengakuan tersebut disampaikan langsung oleh Rio melalui sebuah video yang dilansir media Dialeksis.com, dengan durasi 3 menit 21 detik pada Minggu, 18 Januari 2026.
Dalam video tersebut, Muhammad Rio memperkenalkan dirinya sebagai anggota leting 41 Brimob, meskipun ia menegaskan sudah tidak lagi aktif sebagai personel kepolisian.
“Saya Muhammad Rio. Saya dari leting 41 Brimob ya. Tapi mungkin sekarang saya enggak tahu entah masih dibilang leting 41, karena saya sudah tidak aktif lagi di Brimob,” ujarnya dalam video.
Rio mengungkapkan bahwa sebelum berangkat ke Rusia, ia merupakan anggota Brimob Polda Aceh. Namun, ia memilih meninggalkan dinas kepolisian untuk mencari pengalaman dan penghidupan baru.
Dalam keterangannya, Rio menyebutkan bahwa saat ini dirinya berada di sebuah wilayah bekas pangkalan Ukraina yang diklaim telah dikuasai pasukan Rusia. Ia mengaku direkrut dan bertugas bersama Wagner Group, kelompok militer bayaran yang dikenal beroperasi di sejumlah wilayah konflik.
“Kebetulan saya ditarik langsung dengan tim khusus Wagner Group. Saya ditarik sebagai penintai, pengintai,” kata Rio.
Ia juga menggambarkan situasi medan tugas yang dihadapinya, termasuk kondisi cuaca ekstrem bersalju serta intensitas konflik yang tinggi. Menurutnya, suara ledakan dan serangan sudah menjadi hal yang biasa di wilayah tersebut.
Dalam pesan yang ditujukan kepada rekan-rekan dan seniornya di Brimob, Rio menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat melanjutkan karier di Korps Brimob Polri.
“Mohon maaf kalau saya tidak bisa bertahan di anggota Brimob karena saya akan mencari suasana baru, rezeki baru,” ujarnya.
Meski telah meninggalkan institusi kepolisian, Rio menegaskan tidak akan melupakan tempat dirinya dibesarkan sebagai aparat keamanan.
“Saya tidak akan melupakan di mana saya dilahirkan dan di mana saya dibesarkan di Brimob maupun Pusdik Brimob,” tambahnya.
Di akhir pernyataannya, Muhammad Rio juga menyebutkan rencana untuk membuat kanal Telegram guna membagikan aktivitas sehari-harinya selama berada di luar negeri.