Senin, 18 Mei 2026
Beranda / /

  • Agusni AH: Dari Luka Menuju Jalan Pulang
    Gayahidup | 21 hari lalu
    Agusni AH: Dari Luka Menuju Jalan Pulang

    DIALEKSIS.COM | Aceh - Agusni AH, penyair asal Aceh sekaligus Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, menuliskan tiga puisi Ceruk Bumi, Ngarai Rindu, dan Menyigi Luka yang berdenyut dalam satu napas yang sama. Ketiganya tidak sekadar hadir sebagai karya yang berdiri sendiri, melainkan menjelma menjadi alur batin dalam satu lanskap jiwa yang saling bertaut; sebuah perjalanan eksistensial manusia dalam menghadapi luka, rindu, dan pencarian makna atas seluruh rasa dalam riwayat hidupnya.

  • Ngamen Puisi di Warung Kopi
    Senibudaya | 5 bulan lalu
    Ngamen Puisi di Warung Kopi

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sejumlah seniman Aceh menggelar pertunjukan dadakan di warkop Gunongan, di bilangan jalan Teuku Umar, Banda Aceh pada Kamis (10/12/2025). Mereka menggelar aksi penggalangan dana dengan membacakan puisi Risalah Nenek Jompo dan Nyala di Ujung Rencong karya Nyakman Lamjamee.

  • Ini Salah Siapa?
    Gayahidup | 5 bulan lalu
    Ini Salah Siapa?

    DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Sebuah karya puisi ciptaan Nasrul Hadi, Akademisi USK yang tinggal di Banda Aceh dan pernah menjadi Sekretaris Umum Sobat Bumi Aceh tahun 2013.

  • Di Rumah Sendiri, Tapi Tamu
    Celoteh-warga | 11 bulan lalu
    Di Rumah Sendiri, Tapi Tamu

    DIALEKSIS.COM | Celoteh Warga - Suara hati Sri Handayani dari Universitas Teuku Umar yang menjadi suara dari para ribuan dosen dan tendik 35 PTNB BAST yang menjemput janji presiden Prabowo pengalihan status PPPK menjadi PNS. 

  • Aksi Bela Islam Dilaksanakan Usai Shalat Jumat
    Nasional | 8 tahun lalu
    Aksi Bela Islam Dilaksanakan Usai Shalat Jumat

    Aksi Bela Islam 6-4 yang dikabarkan akan dihadiri 1.000 peserta, yang dilakukan di depan Gedung Bareskrim Gambir, Jakarta Pusat hari ini, Jumat (6/4) usai shalat Jumat.

  • Melerai Gaduh Puisi Cadar Sukmawati
    Tajuk | 8 tahun lalu
    Melerai Gaduh Puisi Cadar Sukmawati

     Puisi yang  membandingkan antara cadar dengan konde serta azan yang tak lebih merdu dari suara kidung Ibu Indonesia, menurut  mereka telah melecehkan agama Islam.