DIALEKSIS.COM | Banda Aceh - Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) menunjuk Dr. Nurlis Effendi sebagai Juru Bicara (Jubir) Pemerintah Aceh. Penunjukan ini menambah kekuatan tim komunikasi pemerintahan, di mana Nurlis akan mendampingi Teuku Kamaruzzamam (Ampon Man) yang telah lebih dahulu menjabat sejak awal pemerintahan Mualem.
“Iya, benar,” kata Nurlis saat dikonfirmasi di Banda Aceh, Selasa (14 April 2026).
Nurlis menjelaskan, informasi terkait penunjukan dirinya sebagai Jubir disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Nasir Syamaun, bersama Ampon Man. Setelah itu, ia diminta segera berkoordinasi dalam menjalankan tugas-tugas kehumasan pemerintah.
“Kemarin saya dipanggil Sekda dan Ampon Man, lalu disampaikan terkait penunjukan tersebut. Selanjutnya saya akan berkoordinasi dengan Ampon Man dalam setiap pekerjaan Jubir,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan telah melaporkan penunjukan tersebut kepada Gubernur Aceh. Melalui komunikasi via telepon seluler, Gubernur Mualem menginstruksikan agar dirinya segera mulai berkantor dan bekerja.
“Selain itu, saya juga sudah melapor kepada Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah (Dek Fadh), dan beliau juga menginstruksikan saya untuk segera bekerja,” tambahnya.
Nurlis Effendi dikenal sebagai penulis, politisi, sekaligus akademisi. Di Partai Aceh, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Dalam dunia akademik, mantan jurnalis TEMPO ini aktif mengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Syiah Kuala.
Selain itu, Nurlis juga berkiprah sebagai profesional. Saat ini ia tercatat sebagai tenaga ahli di beberapa lembaga, termasuk DPR Aceh. Ia juga masih berstatus sebagai advokat, serta memiliki kedekatan dengan kalangan kepolisian. Bahkan, ia disebut-sebut sebagai Staf Ahli Kapolda Aceh, Irjen Pol Marzuki Ali Basyah. []